Skip to main content

Tulisan..

Sempat terfikirkan bagaimana orang di masa lampau menuliskan surat menyurat, betapa indahnya, betapa hangatnya, betapa kerennya menurutku. Indah karena digerakkan langsunglah lukisan huruf dari sang tangan penulis dengan pena pada kertas, hangat karena perasaan penulis tumpah ruah pada tinta yang ia goreskan, keren karena apa yang dituliskan haruslah benar benar dipikirkan matang matang, yang bila salah tulis, suratnya akan kotor sebab bekas hapus yang tak bersih, apalagi bila menulis menggunakan tinta, bisa bisa ganti kertas dan menulis ulang..

Masa kini orang sudah jarang menuliskan surat dengan tulisan tangan, sungguh karena majunya teknologi yang dikuasai manusia. Surat tergantikan dengan SMS, email, aplikasi chat messenger. Menulis tinggal tekan tombol, salah tulis? hapus dengan tekan tombol pula. Hingga terkadang karena mudahnya menyampaikan maksud berkuranglah rasa kehati hatian dalam menulis..

Aku jadi ingin menulis surat dengan tulisan tangan..

Comments

Popular posts from this blog

Analogi: Manuver Kumbang

Suatu hari aku melihat seekor kumbang aka wawung yang tengah terbang dengan manuver manuver yang agak menggangguku dan tiba tiba si kumbang turbulensi dengan manuvernya jatuh ke lantai lalu terdiam dengan posisinya yang terbalik di lantai, si kumbang terus berusaha untuk dapat membalikan badannya kembali dan beberapa saatpun berlalu dan si kumbang terdiam, aku kira si kumbang sudah mati, ya karena kumbang juga mempunyai cara untuk mengelabui musuhnya yaitu dengan cara pura pura mati dan aku berniat untuk menyingkirkan si kumbang dari lantai, karena takut bila si kumbang akan terinjak oleh orang lain.. namun, aku tidak langsung menyingkirkan kumbang dari tempatnya.. dan aku mau mengamatinya dulu, hehe.. :D

Analogi: Batu Zamrud

Ide ini muncul begitu saja ketika Aku sedang belajar IPS Geografi tentang batuan. nah di bumi ini ada tiga macam batuan yaitu batuan beku batuan sedimen dan batuan metamorf. ketika batuan ini terbentuk melalui berbagai macam proses.

Penilaian

Yang aku tau, segala apa yang terjadi disekitarku itu awalnya tidak ada nilainya atau netral.. Hujan, gerimis, mendung, cerah, terik.. itu tak bernilai, netral, tawar tak berasa..