Skip to main content
Di antara hikmah yang selalu melekat pada setiap musibah adalah pertanyaan, "Apa kesalahanku sehingga cobaan ini menimpa?" Selanjutnya, memang kepekaan hatilah yang menentukan jawab dan tindakan yang akan diambil. Maka, berbahagialah yang segera merundukkan diri di hadapan keagungan Allah, serta berlirih-lirih mengadukan kelemahan, kesilapan dan kehinaan.

"Allah menciptakan manusia," demikian Dr. 'Abdul Karim Zaidan dalam Al-Mustafad min Qashashil Qur'an, "dengan menggariskan baginya bahwa berbuat keliru dan jatuh dalam kesalahan adalah perkara yang mungkin, bahkan niscaya." Tapi dengan kasih-Nya, Allah juga membukakan pintu agar dosa-dosa menjadi jalan kembali dan pelarian suci, tempat bersimpuh dan sandaran berteduh, mahligai yang syahdu bagi bermesra, meminta, dan beroleh karunia.


Comments

Popular posts from this blog

Serahkan pada ahlinya

Aku yakin kamu pasti pernah merasa bisa melakukan segala sesuatu sendiri. entah itu karena pengaruh nonton video tutorial dan "kok kelihatannya mudah ya", atau karena jika dipikir pikir memang mudah secara konsepnya. tapi nyatanya, nggak semua hal bisa kita kerjakan sendiri. dunia ini tuh terlalu kompleks untuk kita jalani sendirian. azg 😎

Penulis kode

Bismillaahirrahmaanirrakhiim.. Wah rasanya sudah nggak sebentar sejak terakhir kali aku menulis untuk disajikan di blog ini.. Hmm terhitung sudah hampir 2 tahunan ya, sejak artikel terakhir manuver si kumbang hehe.. Hmm ya walaupun ada sekalimat yang aku post setelah si kumbang ehehe.. saat itu saat aku ingat kembali kalau aku juga punya wadah untuk tulisan tulisan yang aku tulis..

Analogi: Batu Zamrud

Ide ini muncul begitu saja ketika Aku sedang belajar IPS Geografi tentang batuan. nah di bumi ini ada tiga macam batuan yaitu batuan beku batuan sedimen dan batuan metamorf. ketika batuan ini terbentuk melalui berbagai macam proses.