Skip to main content

Puisi: Sepercik Api

Mumpung ini adalah bulan bahasa (Bulan Oktober), aku mau ngepost puisi karyaku sendiri nih

Sepercik Api


sepercik api
meredup hangatnya
kian melemah cahanyanya
tenggelam di gelap malam

sepercik api
tetap berkobar
ditengah deras gerimis
di dekap dinginya malam

sepercik api
tetap membara
meski tak tau kapan gerimis berhenti
meski tak tau juga kapan pagi menjelang

Comments

Popular posts from this blog

Analogi: Batu Zamrud

Ide ini muncul begitu saja ketika Aku sedang belajar IPS Geografi tentang batuan. nah di bumi ini ada tiga macam batuan yaitu batuan beku batuan sedimen dan batuan metamorf. ketika batuan ini terbentuk melalui berbagai macam proses.

Serahkan pada ahlinya

Aku yakin kamu pasti pernah merasa bisa melakukan segala sesuatu sendiri. entah itu karena pengaruh nonton video tutorial dan "kok kelihatannya mudah ya", atau karena jika dipikir pikir memang mudah secara konsepnya. tapi nyatanya, nggak semua hal bisa kita kerjakan sendiri. dunia ini tuh terlalu kompleks untuk kita jalani sendirian. azg 😎

Penulis kode

Bismillaahirrahmaanirrakhiim.. Wah rasanya sudah nggak sebentar sejak terakhir kali aku menulis untuk disajikan di blog ini.. Hmm terhitung sudah hampir 2 tahunan ya, sejak artikel terakhir manuver si kumbang hehe.. Hmm ya walaupun ada sekalimat yang aku post setelah si kumbang ehehe.. saat itu saat aku ingat kembali kalau aku juga punya wadah untuk tulisan tulisan yang aku tulis..